Wah sudah lama rasanya saya tidak meng-update blog ini karena sedang kekurangan koneksi. Update pun hanya sebatas kicauan saya di Twitter. Banyak sekali event yang terlewatkan seperti keberhasilan pendaratan Curiosity dan peluncuran Telkom-3 yang Gagal.
Seolah berbanding terbalik ya antara kedua hal tersebut. Kali ini kita bahas Rusia yang meluncurkan satelit Telkom-3 melalui roket Proton-nya. Roket Proton merupakan salah satu roket dengan daya angkut yang cukup tinggi. Roket tersebut terpilih untuk meluncurkan modul pertama stasiun luar angkasa (ISS), Zarya, ke orbit pada tahun 1998 lalu. Lalu bagaimana peluncuran kemarin itu bisa gagal ? kegagalan bukan murni kesalahan pada seluruh roket, kesalahan hanya terletak pada tingkat akhir atau upper stage. Upper stage yang umum digunakan pada roket Proton tipe M adalah mesin Briz-M. Mesin Briz-M seharusnya mendorong muatan sampai ke orbit transfer selama 18 menit kemudian melepas muatannya disana. Muatan berupa satelit komunikasi tersebut akan bermanuver untuk mencapai orbit geostasioner di ketinggian 35.500 km.

Namun, kemarin yang terjadi adalah mesin tersebut hanya mampu mendorong satelit selama 7 menit saja. Sehingga yang terjadi, satelit tidak terdeteksi oleh radar di sekitar orbit transfer yang artinya juga satelit tersebut tidak sampai ke orbit yang dituju. Hilang ? ya istilah “jurnalistik”nya seperti itu namun satelit tersebut seharusnya masih bisa dilacak keberadaannya. Satelit tersebut harusnya masih mengorbit di low earth orbit. Sampai saat ini saya masih belum mengetahui keberadaan satelit tersebut karena data yang tersedia cukup minim. Wah kapan dong jatuhnya ? untuk satelit dengan ketinggian rendah mungkin hanya akan membutuhkan waktu yang tidak begitu lama untuk sampai jatuh kembali ke bumi.
Hmmm.. kembali ke masalah upper stage, salah satu upper stage milik Rusia yang powerfull, Fregat, yang biasa dipasangkan di roket Soyuz atau Zenit ini juga pernah gagal dan menyebabkan kerugian yang cukup besar. Masih ingat peristiwa gagalnya wahana Phobos-Grunt milik Rusia pada akhir tahun lalu ? ya penyebabnya adalah gagalnya mesin Fregate untuk dinyalakan kembali sehingga wahana ‘mahal’ tersebut terperangkap oleh gravitasi bumi dan mengorbit di orbit rendah bumi sekitar ketinggian 200 km. Kali ini lagi-lagi benda bernama umum “upper stage” itu menyebabkan pihak Rusia harus berputar otak untuk memperbaiki kualitas peluncuran mereka. Roket Proton-M kabarnya juga telah dibekukan akibat kegagalan kali ini.
Kegagalan rusia kali ini dibuat lebih malu lagi dengan keberhasilan NASA kembali mengirimkan robotnya ke MARS XD